Sunday, April 22, 2018

Is it nice to be Extrovert?

No, it isn't.
Yes, it is.


Pengen deh ga jadi pemalu.
Lu mah enak extrovert ga susah gaul sama orang.
Ga berani gue, lu aja. Lu kan extrovert.

Pernah denger? Pernah ngalamin? Ga pernah? Ya gapapa sih. Ini emang curhatan aja kok.
Kadang ga enak loh jadi orang yang cenderung extrovert. Kenapa?
Karena orang-orang bakal ngeliat kalo kita bisa gabung sama siapa aja. Liat kita orang yang aktif sampe kadang di cap hiperaktif. Bahkan bisa jadi selalu diandalkan untuk presentasi tiap ada kesempatan. Karena aktif jadi ga jarang banyak yang ngandelin, sampe-sampe ga bisa bilang engga.
Karena kita bisa gabung sama siapa aja, mereka suka ga khawatir kalo ninggalin kita. Pikirnya, gapapa deh tar juga pasti udah punya temen ngobrol lagi. Karena bisa diandelin pikirnya, harus bisa ngerjain apapun tugas itu.
Akhirnya ga bisa bilang engga dan mengabaikan tugas sendiri. Akhirnya karena gampang akrab jadi ngerasa ga ada yang bener-bener deket.

Sebenernya capek jadi yang cenderung ekstrovert. Sedikit diem aja sering dikira kenapa-napa padahal emang lagi pengen diem. Tiba-tiba bilang engga dikira sok. Tiba-tiba ngilang mikirnya... Hahahaha padahal emang lagi pengen ngilang aja si.

Jadi ekstrovert lebih sedikit quality time sama diri sendiri, sama kelarga. Mau serius dikit suka ga dianggap. Suka ngerasa sendiri bahkan diantara kumpulan orang-orang yang keliatannya akrab. Jadi ngerasa ga punya prinsip aja kadang. Tapi emang ga selalu buruk kok jadi ekstrovert.


P. S. ga ada studi literatur karena opini sendiri

P. S. S kembali belajar menulis

-Ekstrovert yang ingin jadi introvert-

Thursday, April 5, 2018

I Have My Own Time

Pernah denger quotes kek gini, "semua ada masanya" or "the day will come" ?
Pasti. Beberapa kali pernah muncul di timeline atau tweet atau postingan orang and this written is about that. Ga persis tapi menyerupai.
Jadi sekitar beberapa tahun yang lalu saat kedua adik gue udah bisa bawa motor, gue jadi satu-satunya 'pain in the back' karena kadang kalo gue butuh pergi ke mana gitu pasti perlu diantar ke stasiun minimal. So yeah, mereka berdua selalu berdebat siapa yang harus nganter gue sampe gue emosi sendiri dan kadang terpaksa pesen ojek online. Huft.
Gue belajar kok. Belajar buat bawa motor gigi, tapi ga pernah bener-bener lancar. Sepertinya kemampua gue belajar cepat semakin menurun hahaha...
But, finally sejak beberapa bulan yang lalu gue bisa bawa motor sendiri. Ga perlu dijelasin lah ya prosesnya. Pokoknya gue bisa ngendarain motor matic. Walaupun dulu pas belajar motor pake gigi. Lately, I believe everyone have their time in a way or another and so do I.
This kind of thought will make me completed my thesis(?), skripsi si hehehehe...
The point is semua orang pasti memiliki masanya, tapi masa itu tidak akan terjadi tanpa usaha juga. So, keep your dream and make your effort for it.


P. S. Unless you feel useless or unwanted, God will always love you.

P. S. S. Feel free to correct my grammar
#HappySun(fun)day

Ini adalah draft yang akhirnya diunggah. Jadi memang ditulis di Hari Minggu, tapi baru diunggah pada

Thursday, September 8, 2016

I do like you

I do love the way you look at....her.
Imagined that was me you looking at.

But somehow, I hope you really looking at me
like you did to her...
someday.

Saturday, August 27, 2016

Cry Or Not To Cry

The day after tomorrow is a big (great) day. Perhaps. I hope so😱
I hate myself for easily crying to something like this. I really not this kind of person which cry a lot. Jeongmal jinjja!
I hate the people. I hate myself. I hate him. I hate everything. I hate myself. I dont hate life. Sometimes I just hate some part of my life.
Gue nangis tuh karena gue kesel. Gue marah. Gue merasa tertekan. Serius deh! Gue ga bakal muluk-muluk lagi. Gue pengen acara ini berjalan lancar, dosen ga protes, alumni ga ngomongin angkatan yang aneh-aneh. Gue selesai dengan segala urusan angkatan yang sebenarnya cukup menyebalkan ini. Lu mau gue berpikir apa? Ini acara angkatan? Fuck that! Ya kalo gitu pikirin solusinya sama-sama. Dipikir gampang ambil keputusan? Iya itu hidup lu bukan hidup gue, jing! Sumpah gue sebel sebenernya sama diri gue sendiri yang gampang nangis kek gini. Ga penting nangisin hal ini sebenernya. Suatu saat lu pasti bakal menemukan hal ini lucu. Haha. Sayang lu belum bisa ketawa sekarang. No doubt, right? Me, myself almost never doubt what I choose, what I do, what I get, right? From now on please dont take everything to much. They really dont like you, never. Just believe it so you wont be bother for everything they say and act, will say and act to you.
Kita tuh ga pernah jadi solid. Makan tuh yang katanya solid! Gue turut prihatin sama Ketua Angkatan Geo14, Ketua HMD periode 2016 yang selalu dijadikan kambing hitam atas segala perilaku kita. Makan tuh solid! Bahkan event organizer yang kebentuknya per 3-6 bulan bisa lebih solid dari kita! Fuck y'all!
After this thing done. Remind me to not to interfer angkatan geo14 too much. They eat you inside. Lol

So, this is your choice to cry or not to cry😏

Wednesday, August 17, 2016

Independence Day in My (Almost) 20yo

I should be the one who refuse to come. And I should know int first this is not only 'Dzikir bersama dan Tausiyah' but here theyhave shoot too. Haha. Bad grammar ofcourse.
First thing first is TODAY is Wednesday, August 17th 2016 which is Indonesia Independence Day a.k.a HUT RI ke 71! Sebenernya gue ga berusaha keliatan aok ggris apa gimana -- padahal mah iya -- cuma berusaha tetap melatih kemampuan bahasa inggris. Hehe.
Oke! Mari berbahasa Indonesia mulai dari sini. Gue cuma mau bilang, gue udah nulis cukup panjang tapi...yah intinya gue sempet keilangan mood buat nulis ini. Berhubung gue sedang dalam situasi yang... membuat gue lebih memilih menulis dibandingkan mendengarkan jadi mungkin akan banyak sarkasme dan isi yang mugkin agak melenceng dari tujuan awal gue nulis ini. Lewatkan saja bagian ini.
Pertama, siapa saja yang masih ingat tentang SUMPAH PEMUDA? Yap, karena umur gue masih terbilang muda dan gue bagian dari generasi penerus bangsa jadi ga masalah kan dengan Sumpah Pemuda. Kenapa? Karena, kemerdekaan merupakan hak segala kalangan. Yang mana, generasi penerus bangsa harus mempertahankan kemerdekaan yang telah diperjuangkan begitu lama oleh pemuda pemudi dulu. Dulu sekali. Dan gue mempertanyakan integritas gue pribadi sebagai individu yang menjadi bagian dari WNI. Sebagai pemuda yang mengikrarkan -- lebih tepatnya menjaga ikrar terdahulu -- 3 hal -- tanah air, bangsa, bahasa -- apa yang telah gue lakukan selama 19 tahun ini?
Kedua, mungkin ini ga nyambung banget tapi pagi ini bokap gue nanya ke gue "mba, Indonesia udah merdeka belum mba?". Hahaha. Butuh waktu singkat dengan jawaban diplomatis gue yang merasa bahwa gue sebagai organisatoris telah berbuat 'banyak' untuk negara. Ini jawaban gue, "belum karena generasi mudanya masih bangga bisa ke luar negeri dengan maksud pamer dan diperbudak oleh teknologi". HA. Betapa gue merasa tinggi udah jadi mahasiswa, padahal kadang aja -- sering sih -- gue makin malas berinteraksi dengan tetangga-tetangga gue. Gue merasa bahwa gue udah ga sepaham, seobrolan sama mereka. Yah...harusnya gue ga menyalahkan mereka karena gue yang memutuskan untuk berhenti berinteraksi, tapi gue sendiri memang bukan individu yang baik terus. Begitulah. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan merdeka itu sendiri?
Ketiga, yang lebih sering gue lakukan talk more, do less. Lagi. Dimana integritas gue sebagai seorang anak, pemudi, penerus bangsa? Menulis mungkin tidak banyak maknanya. Apalagi dengan tulisan yang tidak di publikasikan, tapi gue berharap tulisan gue akan mengingatkan gue tiap kali gue membuka blog gue ini.
"Kami Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan-nya. Hal-hal mengenai pemindahan kekuasaan dll dilaksanakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya."

Ps. Bad grammar. Tidak EYD -- udah bukan EYD. Tidak sesuai kaidah penulisan bahasa Indonesia dan masih banyak kesalahan penulisan lainnya.

Pss. SELAMAT ULANG TAHUN INDONESIA YANG KE 71!👊🎆🎉🆔

Saturday, July 30, 2016

Awkarin&Haters

Nah ah! Gue bukannya mau ikut-ikutan karena bahas sesuatu yang lagu hitz di kalangan anak muda jaman sekarang. Gue mau menyoroti aja pro-kontra yang terjadi menurut sudut pandang gue. Tolong dicatat! Sudut pandang gue.

First of all,  kita semua memiliki kebebasan (hak) untuk berpendapat. Gue sendiri mengakui kalo gue sempet follow akun instagram dia walaupun akhirnya gue unfollow karena --sedikit-- terpengaruh keadaan tapi yah kehidupan dia yang menurut sebagian orang 'life goals' or more pathetic menurut gue 'relationship goals' bukan suatu hal yang perlu dijadikan acuan like #Teamaw or #Teamantiaw kebebasan berpendapat kita sebenarnya berbenturan dengan kebebasan orang lain.

Second, that was her life! Who the fvck are you anyway? Bahkan mungkin keluarganya aja ga begitu amat ngurusin kehidupannya dia. Dia kenal aja engga sama kalian. Lagipula itu branding dia. Yep! Branding adalah sesuatu yang secara sadar atau tidak dilakukan tiap individu. Apa kalian merasa dengan mencaci kalian akan terlihat lebih baik? Coba tanyakan pada diri kalian apa mereka benar-benar memperhatikan objek yang kalian bicarakan? Kelakukannya karin emang jelek tapi apa mereka tentu akan berpikir hal yang sama bahwa kalian lebih baik? Jawabannya bisa kalian jawab sendiri.

Third, perilaku karin menurut gue jelas salah karena dia telah melakukan apa yang telah dilarang oleh agamanya --setau gue dia muslim-- dan tentu saja kalian --khususnya yang muslim-- tau apa yang dilarang oleh agama kan? Tapi coba lihat yang kalian lakukan. Which one is better? None. But, if the question is which one is worse? Absolutely both. Terlepas dari agama awkarin apa, apakah agama kalian mengajarkan tindakan mencerca tersebut? Bahkan seorang atheis pun meyakini yang benar dan salah dari apa yang mereka percayai.
Jadi, apakah kalian mau dosa kalian terus bertambah sementara awkarin  mungkin diampuni karena dia 'teraniaya'?

Terakhir --kali ya-- gue sesungguhnya sebal dengan beberapa tulisan yang ditulis secara sadar atau tidak membenarkan apa yang dilakukan oleh karin karena menurut gue pribadi hal yang dia lakukan itu salah terlepas dari gaya hidup dia yang gue sedikit iri karena keknya duit dia banyak. Kalo gue punya duit banyak kek dia, sumpah! Gue bakal buka perpustakaan baca pribadi daripada buat beliin barang yang kek ga guna buat orang lain.
Oke back to topic, pada akhirnya dia bahkan ga kenal gue jadi buat apa gue ngurusin hidup dia dan mengomentari apa yang dia lakukan. Karin n the genk dan haters gonna hate, none is better neither me. So, lets live this life peacefully. Spread the love and see you on top! Karena bonus demography akan --dan tengah-- terjadi dan kita adalah penerus bangsa yang pada akhirnya menentukan apakah Indonesia berhasil atau gagal dalam menghadapi Bonus demography ini 😊😆
Iya, yang nulis anak geo yang baru aja paham apa itu bonus demography hehehe😀

Monday, April 4, 2016

CATATAN (MALAM MENJELANG) PAGI

Pagi semua~
Selamat beraktifitas dan tetep semangat buat kalian-kalian yang menyempatkan membaca blog ini *duh...pe-de* *padahal sepi pengunjung*. Langsung aja sih gue mau ngasih tau dulu dari judul. Kenapa judulnya begitu? Karena, ya tadinya gue mau posting sesuatu malam sebelumnya namun akhirnya tertidur dan berhubung pagi ini masih teringat dan terngiang-ngiang, dengan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata ini *mahasiswa sejati pasti ngeh itu kalimat darimana* gue memutuskan untuk benar-benar menuliskannya sebelum perasaan itu hilang dan kejadian isi seluruh card handphone juga ikut hilang. Betapa menyebalkannya.
Jadi, malam sebelumnya gue berhasil menamatkan sebuah buku berjudul 'Negeri Van Oranje'. Yap, yang di Bioskop itu dengan cover yang seperti seharusnya dan bukan cover poster film *minjemlah gue bukunya*. Selama membaca beberapa hal yang gue inget dan akhirnya menghasilkan buah pikiran ini adalah :
1. Rasanya gue masih terlalu bodoh mengenai jurusan yang gue ambil sekarang *bahkan anak nongkrong yang orang luar sana liat agak mengganggu bisa lebih dari gue :(*
2. Betapa harusnya gue udah memikirkan tujuan hidup gue sebenar-benarnya, terlepas dari kapan lulus *hal ini pada akhirnya akan memacu gue untuk lulus tepat dan pada waktunya juga*
3. Di buku itu cerita tentang pelajar S-2 yang mau tesis dan perjuangan ditengah....yah...ditengah kondisi dan blabla pokoknya. Dan gue bahkan yang hanya kuliah S-1 tidak dapat memanfaatkan sebaik-baiknya.
4. Tindakan lebih nyata dari perkataan. Random memang. Tapi gue melihat hal itu di novel tersebut kenapa? Karena, dilemma yang dialami disana adalah 'Apakah dengan memilih bertahan di negeri orang dan tidak kembali ke Tanah Air mengindikasikan telah lunturnya rasa nasionalisme mereka?' Sedangkan kita--khususnya gue--yang masih berada di Tanah Air masih suka berbuat sesuka hati. Hft
Keempat hal diatas akhirnya membawa gue pada pertanyaan : 'Lo kapan siap jadi orang kalo begini caranya?'
Iya udah begitu aja. antiklimaks banget emang karena sejujurnya kalo gue ga mengetikan ini pada blog gue, gue akan lupa sama apa yang telah gue dapet, yang gue perjuangkan, yang 'kenapa' gue masih berkecimpung didalamnya dan seterus seterusnya.
Selamat menyusun rencana dan merajut mimpi, fellas!

Friday, April 1, 2016

Productivity

Being productive not only doing something. Attending some 'worth' talkshow like this also mean you do some productive things :D

Saturday, February 20, 2016

To Be Honest

I did do bullshit...

To some people,

With regret (sometimes),

For my safety,

Just in case.

Yes! I did and will do bullshit in case.